Hello!

Hi! My name is Nurul. Welcome to the world where i put words into. If you have anything to know more about and is intended to ask me feel free to reach me by email nurulhsna@icloud.com

Saturday, February 5, 2011

Peer Pressure in my opinion




kalo lo kenal gue....yep, as you know as always, gue itu paling gasuka sama orang yang kerjaannya cuma underestimate someone or somebody. yep, just like every single thing of his/her are right aja sih -_____________-
that kind of person need to be called arogant or sombong or berkepala besar gitu deh.
hmmmm oke for this post the briefing is enough
gue mulai aja ya...


the green one said :
im here ya, need someone to stick me up from all pressure from peers :'(

let me start yaaa...



Tekanan yang saya maksud disini lebih dikhususkan pada tekanan batin yang biasa dialami oleh remaja seumuran saya dan teman-teman dari orang-orang terdekat dan juga seusia. Pada dasarnya kita semua pasti sudah pernah mengalami tekanan atau pressure. Terlebih kita, para remaja pasti akan merasa tidak nyaman bila kita berbeda dengan teman-teman kita yang lainnnya. Banyak dari kita yang tidak tau bagaimana menempaktan diri dalam tekanan dari teman atau kakak-adik.
Seperti contohnya, ketika A dan 2 temannya yang lain sedang membaca di perpustakaan. Tiba-tiba saja B berkata “Mengapa kita tidak pergi ke kantin saya dan membeli beberapa cemilan?” lalu dengan tegas A menjawab “Bukankah lebih baik jika kita melanjutkan membaca daripada menghabiskan waktu di kantin?” dan tidak disangka C berkata “Ayolah kita ke kantin saja, memangnya kita anak culun yang kerja-nya hanya berkutat dengan buku?” dengan terpaksa, A menuruti kedua temannya dan ikut pergi ke kantin. Dari cerita tersebut, dapat kita simpulkan bahwa sebenarnya A menginginkan untuk tetap berada di perpustakaan dan memperluas ilmunya dengan membaca. Tetapi sayangnya, dia tidak bisa hanya memdengarkan keinginnannya dan memilih untuk menyerah dengan tekanan yang datang dari kedua temannya dan mengikuti mereka pergi ke kantin.
Dari contoh kejadian tersebut dapat kita simpulkan bahwa tekanan dari orang yang seusia tidak bisa diabaikan begitu saja. Tekanan dari orang yang seusia juga dapat terjadi dengan tidak langsung. Misalnya saja, kita sedang mengalami era globalisasi dengan gadget yang sedang menjamur yaitu BlackBerry ‘A’ dari 3 bersaudara, memiliki kedua saudara yang belum lama di belikan BlackBerry oleh orang tua mereka. Dan ‘A’ juga memiliki kedua sahabat yang juga BlackBerry User atau pengguna BlackBerry. Dengan tekanan halus seperti melihat kedua saudara dan temannya menggunakan gadget itu, ia pun akhirnya meminta kedua orangtuanya untuk membelikannya gadget itu, walaupun ia tau bahwa sebenarnya ia tidak benar-benar membutuhkan gadget itu. Untuk kedua kalinya, ‘A’ tidak bisa menghadapi situasi tekanan seperti itu.
Sekarang, bagaimana caranya agar kita tidak terjebak dengan tekanan-tekanan dari teman atau saudara kita? Apa cara yang harus kita lakukan untuk Stand By Ground ? Dan hanya mendengarkan pada apa yang benar-benar kita inginkan tanpa terpengaruh dengan situasi seperti contoh yang sudah saya ceritakan?
Melawan tekanan langsung dapat menjadi hal yang sulit bagi sebagian orang. Saya memiliki beberapa tips sederhana tapi selalu berguna bagi saya.
Pertama, katakan “tidak” dan biarkan mereka tau bahwa kamu memang tidak menginginkan itu.
Kedua, berdiri dengan sempurna.
Ketiga, lakukanlah kontak mata.
Lalu, katakan apa yang kamu inginkan.
Kelima, jangan berkompromi lagi.
Lalu, lakukanlah apa yang benar-benar kamu inginkan.
Yang lainnya, yaitu tekanan tidak langsung, dapat kita lawan hanya dengan memantapkan diri kita sendiri bahwa apa yang orang lain miliki mungkin tidak sesuai dengan kita. Dan yakinkanlah bahwa apa yang kita miliki jauh lebih baik untuk kita sendiri. Bersyukurlah.

thanks for reading! love to see you happy :p
and..... bye


No comments: